tulang rawan

berderak rasanya sejuta pilihan -pilihan
mengapakah dalam perjalanan kasih ini ?

mungkin terlalu runcing jalan ini
tapi biarlah Allah memberikan timbangan kesesuaian

terkadang rasa tak berdaya ini ibarat menanti mentari kepuncak gunung,
kepundan selalu jadi saksi tatkala tulang rawan ini tidak setegar biasanya

Ya Allah tetapkanlah selalu rasa ini,
jangan sampai hilang dalam aroma
Kuatkanlah selalu tekad ini jangan sampai tertelan zaman,
mohon ingatkanlah selalu agar ini menjadi sebuah makna,
kesan terbaik dari pilihan terbaik

bismillahi tawakaltu alallahi laa haula walaa quwwata illa billah
terukir dalam dalam balutan doaku

Alloohumma anta robbi laa ilaaha illa anta,
‘alaika tawakkaltu wa anta robbul ‘arsyil azhiim.
Maasyaa alloohu kaana wamaa lam yasya’lam yakun.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliiyyil ‘azhiimi,
a’lamu annallaaha ‘alaa kulli syai’in qodiir,
wa annallooha qod ahatho bikulli syai’in ‘ilmaan.
Alloohumma inni a’uudzubika min syarri nafsi,
wamin syarri kulli daabbatin anta khidzumbinaa shiyatihaa.
Inna robbi ‘alaa shirootim mustaqiim.

Jejak – jejak ini semoga menjadi saksi sejarah,
esok atau lusa semoga lebih indah,
jajaran pager layung, hanjuang pager sajajar
lebih bermakna lebih positif.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s