puisi kehidupan

Disepertiga temaram malam, kala kelam dengan legam
Terusik oleh bisik – bisik panjatan kalimah takbir yang lirih

Kuterpana, kupanjatkan doa, perlahan ku ambil air suci dan kubasuhkan sesuai sunnah nya.
Kini setelahnya kekhusuan ini sedikit  banyak menyatakan bahwa dirimu memanglah pilihan itu.

Tapi adakah disana punya jawaban yang sama, entahlah tak berani ku bertanya karena sebuah jawaban sudah tesirat. Semoga ini sebuah anugerah tatkala ada kerinduan untuk nya.

Ya Allah jika ini adalah jalan terbaik maka berikanlah keteguhan hati untuk dapat mengakhiri puasa ini, jika ini bukan jalannya maka jauhkanlah dari perkara – perkara yang membatalkannya.

Jalan utama adalah ILLAA LIYA`BUDUUN dan itu menjadi peneguh setiap perbuatan, semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kita, nu jauh disana yang sama – sama mencari keridhoannya semoga ada jalan terbaiknya untuk masa depan kita bersama atau masing – masing dengan kehidupannya.

Sulit rasa nya untuk mengenali, sulit juga rasanya untuk melupakan, mungkin ini salah satu kelemahan dari diriku yang disadari. Diantara ilapat dalam kekhusuan doa selalu ada selintas wajah wajah orang yang pernah mengenali, mungkinkah itu jawaban.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s