Puisi Senja

Sejuk rasa ini seolah gelap malam cerah dengan gemintang
Tatkala kupandang carik-carik bertebaran ditegalan
Mengupas rumput-rumput dedaunan hijau bertebaran

Kulihat dan kurasakan aroma-aroma semangat berlaluan ramai dalam kesunyian
beriring bola-bola mengangkasa.

Terlihat dan terdengar dalam sepi katak – katak bernyanyi
seolah tak perduli apa yang mesti dilakukan esok hari.

Gunung hijau yang terkadang membiru sedih bisu ditelan gumpalan putih keharuan
terdiam seperti tenggelam

Sinar sang surya berganti temaram yang auranya menyebar perlahan

Dipojok ini seperti biasa aku terdiam
Diufuk ufuk kerinduan

Akankah tiba saat dalam kesatuan, kesemestaan dan kegempitaan

Berlalu kulihat sayup-sayup kenyataan
Tonggak-tonggak kegelisahan berlarian dalam kalbu

Bisakah kulihat mentari esok hari
Yang terang menyinari hati dan sanubari

Sehingga ronanya terkenang berharap selalu dikenang
Puja – puji untuk-Mu Illahi Robbi yang memiliki hati dan membolak balikannya

Sembuhkan kedukaan ini sehingga haru biru menjadi gegap gempita

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s