Kisah dan Tantangan Membangun Desa

Saya salah satu dari sekian perseribu dari kisah perjalanan yang diperjalankan dalam Kuasa-Nya untuk merasakan apa yang tidak pernah terfikirkan dan terbayang kan sebelumnya, betapa pun saya menjadi cikal bakal motivasi di kampung saya untuk dapat meningkatkan taraf hidup menuju masyarakat yang lebih baik dari sisi kuantitas dan kualitas pengetahuan dan pendidikan menengah atau tinggi di dalam lingkungan.

Ini adalah perjuangan, ini adalah tantangan, dan ini adalah respon dari ketidak berdayaan masyarakat untuk bangkit.

Semoga apa yang dapat saya raih menjadi cikal bakal apa yang akan direspon oleh masyarakat.
Tahun pertama kuliah adalah tahun dimana cemoohan muncul karena latar belakang keluarga kami kurang mampu secara finansial, tahun kedua adalah tahun ketika masyarakat mulai melihat potensi yang bisa dikembangkan dengan peningkatan pendidikan, tahun ketiga dimana masyarakat yang mampu mulai mengikuti jejak satu persatu minimal saat ini masyrakat mulai menyekolahkan sampai tingkat menengah, maka target sepuluh tahun atau lima belas tahun kedepan ada muncul sarjana membangung desa.

Ini titik balik ini adalah perjuangan yang baru dimulai, hanya saat ini terkendala dengan pengadaan beasiswa nya harus bagaimana, dan harus kemana kami merespon sebagian masyarakat di lingkungan untuk sama – sama merasakan peningkatan taraf pendidikan.

Kami bisa berdoa, dan kami terus berjuang apa yang sudah kami mulai harus bisa berkarya dalam masyarakat, maka doakan kami untuk bisa terus ikhlas dan ridho dan istiqomah pada perjuangan kami selama ini.

Kini alif kecil ini bukan petani, atau buruh kasar yang mengikuti jejak turun temurun keluarga, tapi kini alif kecil adalah seorang yang berfrofesi pendidik yang Insya Allah telah mengubah kebiasaan.

Hanya cita – cita kecil kami yang masih belum terwujud desa kami menjadi desa yang mandiri dengan peran sarjana membangun desa, selain yang diperankan oleh dokter dan guru saja.

Ada pedagang sarjana, pengusaha sarjana, kiyai sarjana, petani sarjana, peternak sarjana, dan sarjana – sarjana lain yang dengan mengembangkan keilmuannya menjadikan bagian dariĀ  perbaikan indonesia dimasa yang akan datang.

Saya mau jadi kepala desa jika Allah berkehendak, atau jadi Kepala Sekolah, atau bahkan pengusaha yang sukses Insya Allah, dengan ini pun maka saya bertekad menyekolahkan sebanyak mungkin masyarakat potensi pendidikan untuk lahirnya generasi – generasi yang tidak hanya berkutat dengan apa yang ayah mereka dan keluarganya lakukan, tapi mereka berwawasan lebih baik demi perbaikan taraf hidup dan menunjang bagi kemajuan indonesia dimasa yang akan datang.

Doakan dan respon niat untuk kehidupan yang lebih baik.

Pulang kasih untuk doa dan integritas.

Kawali, 15 Mei 2015
Taupik Nurhidayat, S.ST