Menghantarkan Sebuah Kenangan

Ini adalah coretan ungkapan isi hati,

Sendu, pilu, teriris dan terkadang menjadi sebuah pembeda yang tipis dengan kegilaan keseharian.

Pagi – siang – sore malam yang ada hanya sebatas hidup tanpa makna, bukan gak bergerak tapi belum terlalu besar pengaruhnya terhadap hidup ini.

Ini sebuah coretan mungkin sebuah ungkapan hati
Kerinduan ini entah sampai kapan harus kutahan entahalah mungkin dia mengerti perasaan ini atau tidak tapi inilah realitas yang harus aku hadapi untuk sebuah cita – cita ini.

Terkadang malu untuk diungkapkan tapi terkadang juga pupus pengharapan atas ketidak berdayaanku untuk bisa seperti orang lain, aku malu pada diri ini, pada keluarga pada kekasih, pada guru – guru pada orang – orang sekitar yang telah menarik aku untuk bermimpi.
Tapi entahlah mimpi ini akan terwujud atau berakhir dengan sia – sia belaka, tapi hati selalu yakin bahwa ini adalah semata batas ujian hidup, batas toleransi untuk bisa bertahan atas kerasnya kehidupan.
Aku selalu berfikir jika aku sampai tak bisa berdiri maka anak cucuku kelak harus bisa melanjutkannya.

Walupun terkadang pilu apakah dapat ??

Maaf semuanya mungkin di depan aku terlihat tegar dan kuat tapi sesungguhnya di dalamnya rapuh dan tak terkendali.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s