Curhat Ah… Rona Merah kehidupan

Ya Ini Sejarah Pahit, Manis, Asam, Asin dalam kehidupanku tapi ini kenyataannya.

Kadang sedih jika harus diceritakan, ada rasa malu juga tapi yah ini realitas hidup yang harus jadi pelajaran berharga

Rupiah Pertama

Salam perkenalan, nama lengkap TAUPIK NURHIDAYAT, A.Md alias yang biasa di panggil anur, opik, opay dengan kelengkapan budaya ade, aa, akang, abang atau panggilan nama tersendiri sesuai dengan pemanggilannya. Nama ibarat sebuah doa dan identitas sehingga nama alias pun tidak lepas dari hal tersebut dengan sebuah budaya masa kecil yang lekat dan diingat.

Lahir di sebuah dusun kecil Pari Rt 05 Rw 13 Buniseuri Cipaku Ciamis yang telah menumbuhkan saya menjadi anak kampung, anak desa yang pernah mengenal lari-lari di pinggiran sungai, merambah hutan, berenang di kali, ngikutin tanam padi sampai panen dan berbagai aktifitas pedesaan lainya.

Sejak awal tidak pernah terbersit sedikit pun untuk bisa melanjutkan sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan berbagai hal dan potensi yang ada pada saat itu.

Rupiah, yah itulah sebuah kata yang terkadang membuat perasaan itu selalu menyesali.

Sejak kecil angka – angka tersebut selalu jadi beban karena bapak sebagai tulang punggung keluarga yang saya kenali sudah tidak mampu bekerja berat karena keadaan sakit, menurut kabardari ibu dulunya bapak saya adalah pengusaha kerupuk di daerah tanjungpriok akan tetapi karena sesuatu hal bapak akhirnya harus pulang dengan tanpa membawa seruapiah pun hasil usahanya bahkan dalam keadaan yang sangat parah hampir meregang nyawa.. entahlah tidak pernah sedikitpun itu di tanyakan alasannya kenapa pada bapak.

Semenjak masuk sekolah SD sudah diperkenankan pada kegiatan dagang akan tetapi karena tidak memiliki modal maka ibu setiap pagi menjajakan makanan yang dibuat dari usaha tetangga yang terkadang ikut, berangkat dari jam setengah 5 – jam 6 kelilingkampung dari rumahkerumah sekedar untuk mendapatka sisa hasil usaha yang digunakan buat bekal sekolah.

Kegiatan itu berlangsung sampai kelas 3 setelah kelas 3 ibu yang punya usaha meninggal dan ibu tidak melanjutkan usahanya. Kelas 4 masuk kelas unggulan program bapak habibie pada waktu itu yang letaknya di kecamatan yang membuat sekolah harus berangkat lebih pagi dan pulang lebih sore sehingga tidak ada hal selain bersekolah sampai kelas 6.

Masuk SMP tidak izin terhadap bapak karena alasan takut membuat beban lagi dari bapak, nah di sinilah saya mulai mencari keuangan tersendiri buat biaya kegiatan sekolah yaitu menjadi kenek di mobil perusahaan kelontong CV.MIRA yang beralamat di ciamis, kegiatannya mulai jam 3.00 sore sampai jam 22.00 bahkan terkadang sampai pagi, aktifitasnya yaitu mengangkut dan mengirim pasir, mengangkut bata, nyucimobil, mengangkut mengirim batu, dan alat – alat kelontongan lainya. Bisa masuk kesini karena kenek mobilnya adalah tetangga dekat yang tahu keadaan orang tua saya, bayarannya saat itu adalah Rp.6000 yang cukup buat bayar sekolah Rp.3500 / bulan dan Rp. 1.000 untuk kursus computer perbulan sisanya buat ongkos sekolahRp. 100 per sekali naik.

Tahun kedua karena pergaulan dengan kuli dan sering keluar malam akhirnya membuat kehidupan social agak liar, sering menentang kehendak orang tua jarang pulang, kadang sekolah pun bolos apalagi kalau ada pekerjaan yang uang nya agak banyak lumayan buat nyambung hidup fikirku saat itu.

Diperingatkan oleh guru kesiswaan saat itu dan mereka berkunjung kerumah, melihat keadaan dan melihat keseharian akhirnya di beripilihan untuk mendapatkan beasiswa, mengurangi aktifitas di luar dan diajak di organisasi untuk berbagai kesibukan positif.Sehingga tahun kedua di SMP adalah tahun – tahun terindah yang menggoreskan sebuah keinginan untuk sekolah lebih tinggi.

Kelas tiga tidak mengikuti kegiatan diluar sehingga tidak mendapatkan anggaran lebih buat sekolah tetapi biaya sekolah memang lumayan terbantu, nah saat itulah mulai kreatif ngoprek PC yang ada di ruang laboratorium, creative instalasi kelistrikan dan elektronika lainya dan lumayan itu bias mendapatkan paling tidak Rp 2000 per kegiatan yang ditabung selama setahun karena bercita – cita melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi.

Masuk SMK 2005 di SMK Negeri 2 Ciamis jurusanTeknik Elektro keahlianTeknik Informatika Komersial tahun pertama tahun yang banyak rejeki banyak yang meminta memasang antenna UHF yang saat itu mulai terkenal, yang minta perbaiki radio yang meminta instalasi listrik, baik dari guru – guru SMK yang tahu kegiatan sehari – hari ataupun dari tetangga di sekitar rumah. Tahun masa sekolah tinggal menjadi pengurus berbagai organisasi dan selama 1,5 tahun di sekolah karena semua kegiatan organisasi terkadang sampai sore, dihitung – hitung pendapatan dan pengeluaran sekolah sama sehingga masa – masa di SMK hanya pengelaman saja yang jadi inspirasi.

Tahun – tahun berikutnya keluarga memasukan kepesantren dengan alasan sederhana supaya tidak jadi remaja yang liar, mungkin karena banyak kejadian siswa – siswa yang sekolah dikota pulang kerumah jadi suka mabuk – mabuk dan berperilaku kasar.

Ketika kurang lebih 2 tahun di pesantren bapak sehat dan sembuh total sehingga beliau bias bekerja kasar jadi kuli bangunan atau jadi buruh tani atau untuk penggali sumur warga, entahlah itu karena barokah atau memang ada hal lainya.

Keluar sekolah SMK masuk di pabrik sepatu di daerah bandung yang kebetulan saudara sepupu ada yang kerja disana. Gaji pertama Rp. 350.000, kemudian jadi gak betah Karena gak cukup kosan saat itu adalah Rp 150.000

akhirnya pulang dan nganggur rencanaya mau ikut bapak saja kerja di daerah walupun jadi kuli yang penting halal.

Ada panggilan tiba – tiba dari almamater karena adanya pengembangan pembukaan sekolah baru
yaitu SMK Kawali yaitu smk kecil yang di embed dengan SMA Negeri 1 Kawali, MoU yang dilakukan adalah kontrak satu tahun dengan gaji Rp. 250000/bulan kontrak saat itu MRIT biaya dari pusat.

Dari tahun tersebut menjadi tahun – tahun yang sampai saat ini menghantarkan lulus kuliah D3TKJ, dan melanjutkan di D4TKJMD saat ini honor sekolah tidak ada karena tidak masuk sekolah tapi pengakuan masih ada hanya SK dua tahun terakhir tidak diterbitkan oleh sekolah.

Cerita pengalaman di D3TKJ banyak kegiatan yang melibatkan teknisi ICT Center karena kita satu angkatan di STMIK Tasikmalaya maka perkembangan untuk wilayahTasikmalaya, Ciamis dan Banjar sering sharing kegiatan untuk mahasiswanya baik itu instalasi jaringan, lab, bahkan PC yang terkadang dari aktifitas tersebut mendapatkan rupiah maksimal sampai Rp 750.000 per kegiatan nah saat itu teknisi panjat masih kurang sehingga jadi peluang kegiatan, hampir seluruh BTS ICT Center di ICT Tasikmalaya, ICT Ciamis dan ICT Banjar saya pernah memasangkan radio wirelesnya dan terkadang mendapatkan rupiah untuk digunakan dalam kegiatan Kuliah di D3 STMIK Tasikmalaya.

D4TKJ sempat masuk di Batch 4 berbekal Tabungan dari D3 dan honor sekolah SMK Negeri 1 Kawali serta beberapa yang “dengan terpaksa” membantu, tetapi pada saat pertengahan ada salah satu keluarga yang di tinggal wafat ayahnya sehingga tanggung jawab nafkah ada di keluarga saya.

Akhirnya saya harus merelakan batch 4 saya terhenti karena harus menyekolahkan bersamaan 2 adik saya yaitu 1 masuk SMK dan satu lagi masuk SLTP yang saat ini (2013) sudah masuk di kelas 2.

Kegiatan selama ngisi waktu tersebut adalah bekrja di PT. Jalawave Cakrawala untuk project PT. Jalawave Integra di site PAMA TCMM Kaltim dan Site PAMA ADARO Kalsel, mengisi aktifitas sebagai Wireless Engginer Cisco Expert Wireless Mesh Technology, dengan konsep green energy.

Alhamdulillah walaupun kegiatan selama setahun tersebut tidak menghasilkan sesuatu yang cukup buat melanjutkan kuliah tapi sudah berhasil menyekolahkan 2 adik saya masuk jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP dan SMK yang mengubah budaya keluarga yang hanya dapat menyekolahkan sampai jenjang Sekolah Dasar.

Dengan modal nekat sebenarnya saat ini melanjutkan di D4 TKJMD tapi selalu ada keyakinan
dimana ada kemauan dan upaya di situ pertolongan Allah yang MahaKuasa selalu ada.

Rupiah kecil bahkan nyaris nol untuk saat ini tapi tekad dan keteguhan hati akan mengubah menjadi nol yang banyak dan memiliki angka 1-9 di depan nolnya.

Aamiin.

Saat ini masih menjadi “Penganggur red=masih belum ada pekerjaan yang menghasilkan” dengan gelar “Mahasiswa”

Ada cita – cita duniaku menjadi orang yang bermanfaat buat orqang tua agama nusa bangsa dan negara. dan ada satu cita – cita akhirat terbesarku “masuk syurga dari pintu terbaik”

“bahwa adalah aku seorang mahasiswa dengan modal nekat bisa menyelesaikan studinya dengan penuh perjuangan di kampus yang tidak semua orang bisa kuliah di dalamnya”.

“Bagiku rupiah pertama itu hebat yang membuka rona kehidupan dan menjalankan roda zaman.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s